Langsung ke konten utama

Asam Basa

Pengertian Asam Basa

Asam adalah zat yang melepaskan partikel bermuatan positif yang disebuat ion hidrogen (H+) ketika terlarut di dalam air. Ion ini sangat reaktif serta dapat berkaitan terhadap zat lain dengan dampak berupa korosi. Kekuatan asam tergantung dari jumlah ion hidrogen yang bisa dilepaskannya.
Basa adalah senyawa yang bereaksi terhadap asam dengan cara menerimain hidrogen dari asam tersebut. Sebagian besar basa paling reaktif adalah senyawa yang dapat dilarutkan disebut alkali. Saat melarut, alkali akan melepaskan ion hidroksida (OH-). Hidrogen dan ion hidroksida sangat mudah berikatan untuk membentuk air sehingga reaksi antar asam dan alkali berlangsung cepat.
Sifat Asam
  • Rasanya asam (masam)
  • Bersifat korosif (merusak)
  • Menghasilkan ion H+ dalam air
  • PH <7
Sifat Basa
  • pahit dan licin
  • Bersifat kaustik (merusak kulit)
  • Menghasilkan ion H- dalam air
  • PH >7
Uji keasaman larutan dapat dilakukan dengan menggunkan alat yang disebut indikator. Indikator asam-basa dapat dijumpai dalam berbagai macam bentuk, salah satunya berupa zat warna yang mampu menunjukan perbedaan warna dalam larutan asam maupun basa. penggunaan indikator sangatlah praktis, salah satunya adalah kertas lakmus. lakmus akan berwarna merah dalam larutan asam dan berwarna biru dalam larutan basa. Sifat asam-basa juga bisa dapat diukur alat dengan alat ukur pH meter. Tingkat keasamaan larutan dapat ditunjukan melalui skala dalam pH meter, larutan asam mempunyai pH < 7 , larutan basa mempunyai pH > 7 sedangkan larutan netral pH=7.

Teori Asam Basa Menurut Arrhenius
Ilmuan dari Swedia yang bernama Svante August Arrhenius ( 1859-1927 ) pada tahun 1884 berhasil menemukan konsep tentang asam dan basa. Berdasarkan penemuannya asam dan basa adalah zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+. Sedangkan basa adalah zat yang dilarutkan ke air akan menghasilkan ion OH-. 

Dari persamaan reaksi tersebut terlihat bahwa zat asam akan terionisasi menghasilkan H+.
Jumlah H+ yang dihasilkan oleh satu molekul asam adalah valensi asam, sedangkan ion negatif yang dihasilkan setelah H+ terbentuk adalah ion sisa asam. 
Arrhenius mendefinisikan basa sebagai zat yang dilarutkan ke air menghasilkan ion OH-

Reaksi Asam

Asam dan Logam (Besi plus asam sulfat)
ketika padatan besi dimasukkan ke dalam asam, maka campuran itu mulai berdesis dan menghasilkan gelembung hidrogen. Garam besi sulfat melarut dan membentuk larutan hijau.

Asam dan Oksida (Asam sulfat plus tembaga oksida)
Bubuk tembaga oksida berwarna hitam yang dimasukkan ke dalam asam sulfat yang bening akan menghasilkan garam tembaga sulfat terlarut dalam air dalam wujud larutan biru.

Asam dan Karbonat  (Asam sulfat + kalsim karbonat)
Bubuk kalsium karbonat berwarna putih yang dimasukkan ke dalam asam sulfat akan menghasilkan karbon dioksida dan kalsium sulfat yang tidak larut dalam air sehingga membentuk endapan.




                       ðŸ˜Š TERIMA KASIH 😊



Sumber Buku :

- DORLING KINDERSLEY BOOK, Paduan Asyik Ipa & Matematika Kimia (Penerbit PT. Aku Bisa, Jakarta 2014)
Ensiklopedia KIMIA 3 (PT. Lentera Abadi, Jakarta 2013)



Komentar

Posting Komentar